Ada tiga ayat dalam Qur’an yang diturunkan dengan redaksi bergandengan. Dimana Allah SWT tidak akan menerima yang satu tanpa dibarengi dengan yang lain.
1.Ayat yang pertama adalah Firman Allah SWT :
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat
Barang siapa mengerjakan shalat, tetapi tidak menunaikan zakat, maka shalatnya tidak akan diterima.
2. Ayat yang kedua adalah Firman Allah SWT :
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya)
Barang siapa taat kepada Allah, tetapi ia tidak taat kepada Rasul, maka ketaatannya pada Allah itu tidak akan diterima.
3. Ayat yang ketiga adalah Firman Allah SWT :
Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu
Barang siapa bersyukur kepada Allah SWT, tetapi jika syukurnya itu tidak dibarengi dengan syukur kepada kedua orang tuanya, maka syukurnya pada Allah itu tidak akan diterima.
1.Ayat yang pertama adalah Firman Allah SWT :
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat
Barang siapa mengerjakan shalat, tetapi tidak menunaikan zakat, maka shalatnya tidak akan diterima.
2. Ayat yang kedua adalah Firman Allah SWT :
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya)
Barang siapa taat kepada Allah, tetapi ia tidak taat kepada Rasul, maka ketaatannya pada Allah itu tidak akan diterima.
3. Ayat yang ketiga adalah Firman Allah SWT :
Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu
Barang siapa bersyukur kepada Allah SWT, tetapi jika syukurnya itu tidak dibarengi dengan syukur kepada kedua orang tuanya, maka syukurnya pada Allah itu tidak akan diterima.
Pada kesempatan jum’at ini saya ingin membahas tentang ayat yang ketiga yaitu tentang berbuat baik kepada kdua orang tua.
Berbuat baik kepada orang tua (birrul walidaini) adalah kewajiban yang pokok dalam Islam. Karena Allah SWT telah menyebutkan di dalam semua kitabNya, baik di dalam Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an. Bahkan Allah SWT telah mewahyukan kepada semua nabi untuk berbakti kepada kedua orang tua, mengetahui hak-hak keduanya, serta menjadikan keridaannya sebagai gantungan akan keridaan Allah SWT. Dan kemurkaannya sebagai gantungan kemurkaan Allah SWT.
Bahkan andaikan Allah SWT tidak menyebutkan di dalam kitab-kitab Nya tentang kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua ini, akan tetapi secara nalar akal sehat pun akan akan dikatakan bahwa berbuat baik kepada keduanya memanglah wajib. Orang yang berakal sehat tentu akan mengetahui bagaimana berbakti dan menunaikan hak-hak keduanya.
Di dalam Q.S Al Isra’:23-24, Allah SWT berfirman :
23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.
24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
Ibnu Abbas menjelaskan, bahwa yang dimaksud kita harus berbakti kepada kedua orang tua adalah kita harus berbuat baik dan lemah lembut kepada kedua orang tua kita. Apabila keduanya atau salah satunya telah renta, janganlah sekali-kali mengatakan ”ah”. Artinya jangan sampai mengucapkan kata-kata yang bisa menyakitkan hati. Jika orang tua kita sudah jompo dan memerlukan bantuan , maka jangan enggan atau bermuka masam di dalam melayani keduanya. Ingatlah bahwa keduanya telah berupaya membesarkan kita dengan susah payah. Ingatlah bahwa di dalam tubuh kita mengalir darah kedua orang tua kita sehingga kita harus bersikap santun, berbicara dengan lemah lembut dan mendoakan keduanya setelah selesai shalat.
Diriwayatkan dari sebagian ulama tabi’in, telah berkata : ”Barang siapa mendoakan kedua orang tuanya lima kali sehari, maka ia telah menunaikan hak keduanya, sesuai dengan Firman Allah : Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu
Bersyukur kepada Allah SWT adalah dengan mengerjakan shalat lima kali setiap hari, sedangkan bersyukur kepada kedua orang tua adalah dengan mendoakan keduanya lima kali sehari sehabis shalat.
Tentang maksud Firman Allah SWT Q.S Al Isra’ :25
Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, Maka Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
Yaitu Allah SWT mengetahui kelemahlembutan dan kebaktian terhadap kedua orang tua yang ada di dalam hatimu, jika kamu sekalian memang termasuk orang yang berbakti kepada kedua orang tua, sehingga Allah pun akan memberikan balasan atas bakti dan kelemahlembutanmu kepada mereka. Oleh karenanya, apabila kamu meninggalkan hak orang tua, bertobatlah kepada Allah untuk kembali dari dosa-dosanya itu menuju pengampunan Nya.
Orang tua mempunyai 10 hak yang harus dipenuhi anaknya. Dengan kata lain seorang anak mempunyai 10 kewajiban yang harus ditunaikan kepada orang tuanya.
1. Apabila orang tua membutuhkan makanan, maka anaknya harus memberikan makanan padanya.
2. Apabila orang tua membutuhkan pakaian, maka anaknya harus memberikan pakaian padanya, selagi anaknya mampu.
3. Apabila orang tua membutuhkan pelayanan, maka anaknya harus melayaninya.
4. Apabila orang tua memanggil anaknya , maka anaknya harus menjawab dan datang padanya,
5. Apabila orang tua memerintahkan sesuatu, maka anaknya harus mematuhinya, selama tidak memerintahkannya berbuat maksiat.
6. Anak harus berbicara dengan sopan dan lemah lembut, tidak boleh berbicara kasar apalagi membentak-bentak orang tuanya.
7. Anak tidak boleh memanggil nama orang tuanya.
8. Anak harus berjalan di belakang orang tuanya.
9. anak harus menyenangi apa yang menjadi kesenangan orang tua dan menjauahkan diri dari apa yang dibenci oleh orang tua.
10. Anak harus memohonkan ampun bagi orang tua kepada Allah SWT.
Berbuat baik kepada kedua orang tua adalah jalan bagi terbukanya keberkahan kehidupan seseorang. Perbuatan itu juga merupakan jalan bagi keridlaan Allah SWT dan jalan untuk masuk ke surga. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a berkata, “Tidak ada seorang mukmin yang mempunyai orang tua dan pada waktu pagi berbuat baik kepada mereka, melainkan Allah membukakan dua pintu surga baginya dan Allah tidak akan rida kepadanya jika salah satu keduanya murka padanya”. Ada seorang bertanya, “Walau orang tuanya itu orang yang zalim?”. Ia menjawab, “Meskipun orang tuanya itu orang yang zalim”. “Dan tidaklah ia berada di waktu pagi, sedangkan ia menyakiti hati orang tuanya, melainkan Allah akan membukakan dua pintu neraka dan jika hanya salah satu diantara kedua orang tuanya, maka yang hanya dibukakan juga hanya satu pintu.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ada seseorang datang kepada Nabi SAW, lantas berkata “Sesungguhnya saya ingin berjihad, “Beliau bertanya, “Apakah orang tuamu masih hidup?, Ia menjawab, “Ya”, Beliau bersabda, “Layanilah kedua orang tuamu itu sebagai jihad”.
Hadits ini menjelaskan, bahwa berbakti kepada kedua orang tua lebih utama daripada berjihad di jalan Allah. Sebab Nabi SAW mencegah orang yang datang kepadanya itu ikut berjihad dan sebagai gantinya ia disuruh mengurusi orang tuanya. Dengan demikian, seseorang tidak boleh keluar untuk berjihad di jalan Allah jika kedua orang tuanya tidak mengijinkannya. Selama panggilan jihad itu tidak umum, maka tetap taat pada orang tua lebih utama daripada keluar untuk berperang.
Berbuat baik kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama dalam agama ini. Sehingga ketika suatu hari Rasulullah SAW ditanya tentang amal apa yang paling utama, Beliau menjawab :
“Shalat pada waktunya, berbuat baik kepada orang tua, dan berjuang di jalan Allah.”
Demikian pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua. Bahkan kewajiban ini tidak saja dianjurkan ketika keduanya masih hidup. Bahkan ketika orang tua sudah tiada pun kewajiban berbuat baik ini tetap harus dijalankan. Bagaimana cara berbuat baik kepada kedua orang tua yang sudah meninggal?. Yang demikian bisa dilakukan dengan tiga hal : 1) Menjadi anak saleh, karena mempunyai anak saleh merupakan dambaan setiap orang tua. 2) Mempererat tali persaudaraan dengan kerabat dan kenalan orang tua, 3) Memohonkan ampun dan mendoakan kedua orang tua serta bersedekah untuk keduanya.
Dikisahkan tentang seorang dari Bani Salamah yang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata : “ Sesungguhnya kedua orang tuaku sudah meninggal dunia, maka apakah masih ada jalan berbuat baik kepada keduanya?”. Beliau bersabda: “ Ya,.
(yaitu) memohonkan ampun bagi keduanya, melaksanakan janji (wasiat) keduanya, menghormati teman-teman keduanya, dan mempererat tali persaudaraan dengan kerabat keduanya”.
Berbuat baik pada orang tua adalah kewajiban seorang anak. Kewajiban ini tidak hilang walaupun sang anak sudah berkeluarga, mempunyai istri dan anak. Kita tetap harus berbuat baik kepada mereka sebatas kemampuan yang kita miliki.
Berapa banyak kisah yang menggambarkan tentang kesulitan hidup, bahkan kesulitan di saat akhir hayat karena tidak adanya keridhaan kedua orang tua, sebagaimana yang terjadi pada kisah Alqomah, seorang sahabat Rasulullah SAW yang di akhir hayatnya. Meskipun ia seorang sahabat yang saleh dan taat beribadah tetapi di akhir hayatnya, ia sakit keras. Lidahya kaku dan tidak bisa mengucapkan kalimat “La ilaaha illallaahu”. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW dan setelah diusut Rasulullah SAW ternyata yang menyebabkan Alqomah demikian karena ibunya tidak rida kepadanya. Ibunya marah pada Alqomah karena ia mengutamakan istrinya daripada ibunya. Dalam banyak hal, Alqomah lebih menurut kepada istrinya dan durhaka kepada ibunya. Rupanya hal itulah yang mengunci lidah Alqomah sehingga tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid, meskipun Alqomah seorang yang rajin ibadah dan sedekah.
Setelah Rasulullah membujuk ibunya agar memaafkan Alqomah karena apabila tidak maka Alqomah akan dibakar maka seketika itu juga maka dengan ijin Allah SWT Alqomah dapat mengucapkan kalimat tauhid dan mati dalam keadaan khusnul khatimah.
Demikian pentingnya berbuat baik kepada orang tua menjadi jalan keberkahan kita di dunia dan akhirat. Dan kedurhakaan kepada keduanya juga menjadi penutup keberkahan kita di dunia dan akhirat. Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai anak-anak yang dapat berbakti kepada kedua orang taua kita. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar